Vika Vilanti

Sunday, 7 February 2016

Workshop Digital Marketing by Dosen Jualan Presented by JMPComm
February 07, 2016 2 Comments


JMPComm adalah singkatan dari Jogja Muslimah Preneur Community, yang dimana baru satu bulan terakhir ini aku bergabung sebagai member. Buat kamu yang penasaran apa itu JMPComm langsung cek sendiri aja ya, atau mau daftar sebagai Member JMPComm cuss aja deh langsung daftar. Di artikel ini aku nggak bakal bahas banyak soal JMPComm itu apa, tapi bakal ngebahas workshop Digital Marketing Optimasi Facebook dan Instagram oleh Dosen Jualan Bapak Suryadi Laoddang presented by JMPComm yang aku ikuti setelah menjadi member.

Sedikit bocoran yang aku kasi buat kalian adalah, banyak info event menarik yang bakal dibagikan oleh temen-temen dari JMPComm yang sayang banget kalo nggak diikutin. Tiap bulan ada minimal ada dua kegiatan yang dilakukan, satunya workshop atau sejenisnya dan satu lagi seperti kajian Islam. Ya, walaupun bakal nerima banyak notifikasi Line yang mungkin sedikit menggangu pas lagi pada online, tapi dijamin nggak nyesel deh ikutan jadi member

"Promosi JMPComm nih?"

Iyups, promosi gratisss kok. Aku nggak dibayar buat promosiin JMPComm *suerr tekewer kewer* Hihi... Btw, jgn lupa cek instagram JMPComm disini ya! *promosi lagi* :D

Back to main topic! Acara workshop ini diadakan selama dua hari yakni tanggal 9-10 Januari 2016 bertempat di Edotel SMK Negeri 6 Yogyakarta (deket Stadion Mandala Krida). Sebenarnya workshop ini diadakan buat para penjual online, yang dimana Dosen Jualan sebagai pemateri memberikan Tips & Trik cara menggunakan Facebook dan Instagram dengan tepat.

Materi Facebook yang diajarkan sangat detail, bahkan diubek-ubek sampai dalem-dalemnya, begitupun materi Instagram. Tapi karena materi instagram sangat sedikit jadi lebih difokuskan pada facebook karena memang sangat membutuhkan banyak waktu. Bahkan diajarkan pula hingga facebook adsense. Pokoknya workshopnya bermanfaat sekali buat para penggiat jualan online. Buat aku nggak kalah bermanfaat nya, karena semakin menguatkan niat untuk kembali berjualan online yang dulu sempat mandek karena kerja.


Guys, sekedar info disini aku nggak bakal kasi tau detail materi yang dikasi apa aja. Bukan karena aku pelit atau nggak mau bagi ilmu, tapi lebih karena materi nya banyak banget. Materi yang diajarkan Dosen Jualan pun sedikit peserta yang menulis karena langsung praktik dengan laptop masing-masing. Yang jelas setiap mau memulai usaha lakukan lah riset terhadap usaha yang bakal kamu kerjakan.

Buat kamu yang penasaran seberapa penting ilmu dan biaya nya kamu bisa langsung hubungi Dosen Jualan aja ya. Link twitter nya sudah aku kasi paragraf awal, scrool dikit aja ketemu kok.





Read more

Saturday, 2 January 2016

Kaliurang Festival of Lights
January 02, 20160 Comments


Jum'at (25.12.2015) bertepatan dengan tanggal merah karena natal. Sejak beberapa hari yang lalu, aku dan suami sudah janjian buat jalan-jalan, dan tujuan kami kali ini adalah Gardu Pandang Merapi di Kaliurang, yaitu daerah kaki gunung merapi. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku dan suami ke lokasi tujuan kami kali ini, tapi karena sedang berlangsung event Festival of Lights lah alasan kami kembali kesini.

Kami berangkat dari rumah tepat ba'da ashar, sampai di atas lebih kurang jam empat sore. Perjalanan dari kota dengan menggunakan motor sekitar 30 - 40 menit menggunakan motor dengan arus jalan yang tidak padat. Karena belum memiliki mobil pribadi kami lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua untuk menghindari lalu lintas yang padat. Yogyakarta sekarang lebih macet dibandingkan tahun 2009 silam, saat pertama kali aku ke Jogja, ditambah dengan holiday season makin parah lah lalu lintas di Jogja.

Sampai di atas pengunjung sudah mulai banyak, tapi belum semua diperbolehkan masuk. Oh iya, biaya masuk di event ini sebesar Rp.20.000,- per orang (baik anak-anak ataupun dewasa). Sebelumnya, untuk masuk wilayah Kaliurang, pengunjung akan dimintai uang restribusi, tergantung kendaraan dan banyak nya orang. Karena aku dan suami hanya bermotor, kami cukup membayar Rp.7.000,- saja.

Langsung aja ya liat foto-foto nya. BTW, aku disini sebagai model dadakan dan suami sebagai photgrafer dadakan. Check it out!

















Sebenernya sih gaes, foto-foto itu bakal aku masukin ke video, tapi karena masih newbie banget yang sama namanya edit-edit video ya seadanya dulu deh :D


Thanks for read and watching.

Read more

Wednesday, 9 December 2015

Wardah Beauty Class & Meet and Greet with Ghaida Tsurayya
December 09, 20150 Comments


Ahad (06.12.2015) - adalah hari yang bermakna buat ku, karena di hari itu aku mendapatkan pelajaran baru. Hari itu aku tahu rasanya ikut talk show dan beauty class. Acara ini diadakan oleh salah brand make up asli Indonesia yaitu Wardah dengan bintang tamu Ghaida Tsurayya yang berlokasi di Hotel Arjuna, Jalan Mangkubumi, Yogyakarta. Ghaida Tsurayya merupakan salah satu spoke person dari Wardah Cosmetics selain Lulu Elhasbu, Ria Miranda, dan masih banyak lainnya.

Sebenarnya dari info yang aku dapatkan dari teman beauty class yang lain, Wardah Beauty House (WBH) Jogja selalu rutin mengadakan Make Up Beauty Class tiap minggu nya, tetapi ada kuota peserta yang harus dipenuhi. Apabila kuota tidak terpenuhi maka beauty class tidak diadakan, akan ditunggu sampai memenuhi kuota. Biasanya kalo udah kayak gitu, pihak WBH Jogja akan meminta contact person peserta beauty class untuk dihubungi nantinya, dengan catatan kuota peserta sudah terpenuhi. Wardah pun selaku sponsor utama selalu memberikan informasi memalui halaman Instagram resminya.


Sumber

Satu hari sebelumnya sebelum beauty class & meet and greet, aku sudah bertemu dengan Teh Gda (sapaan akrab Ghaida Tsurayya) di acara kajian rutin Teras Dakwah, di akhir artikel bakal aku kasi bonus foto acara nya. Karena postingan ini aku khusus kan untuk acara di hari Ahad.

So, apa aja susunan acara yang aku jalani di beauty class hari itu? Keep reading ya guys! :D

Siang itu, aku berangkat dari rumah setelah dzuhur, karena acara memang dimulai jam 12.30 waktu setempat. Selama perjalanan uda sempat takut telat, karena traffic hari itu macet sekali menuju arah Jalan Mangkubumi, disebabkan karena adanya car free day di sekitar Tugu Jogja. Alhamdulillah, acara belum dimulai dan peserta belum terlalu banyak.

Sampai di ruangan Nakula, Hotel Arjuna, setiap peserta harus absen dulu untuk persiapan sertifikat nanti di akhir acara. Dua puluh orang pertama yang beruntung akan mendapatkan foto bersama dengan Teh Gda. Beruntung, aku termasuk satu diantaranya, karena kalo minta foto langsung suka malu, ndak PeDe. Hihi..

Langsung aja liat foto-foto kegiatan Beauty Class nya ya guys!


Alat tempur untuk Beauty Class, liat makeup brush nya, nggak recommended.


Satu MakeUp Kit Professional digunakan 4-5 peserta. 





Lumayan banyak peserta yang ikut acara Beauty Class ini, entah karena murah atau karena bintang tamunya, tapi alasan ku ikut sih karena dua-duanya. Ketahuan kurang modal nih *jadi malu*. Yang penting dapet ilmunya ya guys! Hehehe

Tiket untuk mengikuti Beauty Class ini sebesar Rp.100.000,- ternyata sesuai dengan apa yang peserta dapatkan. Talk Show bareng Teh Gda kurang lebih tiga puluh menit. Kegiatan Beauty Class terkesan terburu-buru, mungkin karena MC nya ngarahin juga terlalu cepet kali ya. MC nya yang bernama Mbak Aica yang merupakan Wardah Beauty Agent memang sudah mengingatkan kalo terlalu cepat tolong di tegur. Mana sempat mbak, la wong kita juga sibuk oles sana oles sini. But, it's okay, yang penting ilmu intinya sudah aku dapatkan. Yess!! LOL

Selesai dengan Beauty Class, time for Meet & Greet with Ghaida Tsurayya. Here the pict!


Sorry for blur pict guys, cuma punya handphone yang ndak terlalu bagus ambil gambar kalo cahaya ruangan kurang :(

Kurang lebih begitu ya guys acara Talk Show & Meet and Greet nya, seru sih menurut aku. Mungkin karena aku menikmati ya, dengan 100.000 aku ngerasa ilmu yang aku dapatkan banyak banget. Selain Beauty Class & Talk Show ketemu teman baru kayak Mbak Aulian, Mbak Vita, Mbak Nurul, Mbak Mike (so sorry nggak sempat foto sama mereka).

So, what's I got from this event? Too Much!
Here some of pict

Foto Bareng Teh Gda


Goodies Bag


Wardah Beauty Journal 2016 and voucher IDR 75.000 (every partisipant get one)


Dapetin ini karena mengajukan pertanyaan ke Teh Gda.


Sertifikat (every partisipant get one)


Coffee Break

Diatas liat ada voucher kan? Voucher makeup itu bisa langsung ditukarkan peserta setelah selesai acara dengan syarat minimal belanja Rp.75.000,00 voucher berlaku, dibawah itu voucher tidak bisa digunakan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, cuss langsung tuker aja voucher nya. Tambahan produk yang aku dapetin, ini dia;


Penukaran voucher produk sebelah kiri, nambahin IDR 13.000 dapet 3 produk tambahan. Alhamdulillah :D

Sebelum mengakhiri artikel ini, tadi aku diatas udah janji kasi tambahan foto acara Teh Gda sebelumnya yang diadakan oleh Teras Dakwah.





Udah lunas ya janji aku ke reader semua, semoga bermanfaat, Happy Reading. ^^


Foto Cover, Sumber.


Read more

Sunday, 29 November 2015

Amaryllis! Kebun Bunga Tahunan, Pesona Puspa Pathuk
November 29, 2015 2 Comments


Yogyakarta emang nggak ada habisnya menjadi destinasi wisata bagi turis lokal ataupun turis mancanegara. Akhir-akhir ini ada destinasi wisata baru di Jogja, tepatnya di Jalan Jogja-Wonosari, Dusun Ngasem Ayu, Desa Salam, Pathuk, Gunung Kidul. Alamat nya aku dapat dari broadcast teman di group chatting. Lokasi nya tepat di pinggir jalan, kendaraan yang melintas pasti bisa melihat sepintas kebun bunga ini. Agar lebih menikmati, mereka bahkan sengaja berhenti untuk sekedar selfie.

Lili Jawa atau Amaryllis atau Brambang Pocot (orang sekitar menyebutnya) ini mekar sekali setahun pada awal musim penghujan, begitu yang aku dengar dari Bapak yang berbicara lewat speaker saat aku berkunjung ke lokasi Minggu (29/11) pagi tadi. Dari penjelasan tambahan, beliau juga memberikan informasi kalau bunga ini mekar selama kurang lebih 15 hari, dan hari ini (minggu) adalah hari ke-10. Jadi masih ada sekitar 5 hari lagi untuk menikmati bunga indah ini. Walaupun di artikel lain banyak yang mengabarkan bunga ini mekar selama 3 minggu, sebelum akhirnya layu.

Banyaknya foto selfie atau groufie yang menyebar luas di social media, membuat taman bunga tahunan ini segera menjadi viral di dunia maya. Warga Jogja khususnya tidak perlu jauh-jauh ke Taman Bunga Keukonhof yang berlokasi di Belanda atau Gardens by The Bay di Singapura. Sisa hari mekar nya bunga sebelum kelopak layu dan gugur, lokasi kebun sudah hancur karena di injak-injak oleh pengunjung yang mengabadikan moment mereka.


Bahkan masih ada yang berani groufie :(

Tiba di lokasi hingga pulang, miris ngeliat pengunjung lain yang dengan santainya berfoto ria. Baiklah ini mungkin bukan salah mereka, karena aku yakin dari beberapa hari yang lalu sebagian besar bunga sudah rusak oleh pengunjung yang datang sebelumnya. Bahkan agar bisa berfoto dengan si Amaryllis ini, aku rela cuma berdiri di tangga dan mengambil foto dengan bunga yang ditanam di dalam pot. Aneh, mungkin itu sangka pengunjung lain yang ngeliat aku fotoan dengan bunga dalam pot, nggak pa pa lah. Lebih baik tidak disamakan seperti pengunjung yang di hujat-hujat bahkan di labeli "the noraks" atau "404 brains not found". Serem T_T

Tidak ingin ikut-ikutan menghakimi mereka, tidak sama sekali, hanya ikut sedih saja. Banyaknya media yang memberitakan rusaknya lokasi kebun bunga ini membuat banyak netizen lain ikut-ikutan marah, ikut-ikutan emosi. Padahal sih, mereka belum tahu kejadian di lapangan seperti apa. Pekerjaan pemilik kebun memang penjual tanaman dan kebun tidak di desain menjadi tempat wisata, sehingga tidak ada jalan yang aman ke tengah kebun agar bunga-bunga tidak terinjak. Ini seperti apa yang aku lihat langsung ya. Nggak percaya? Ini buktinya :


Ada jalan setelah terinjak-injak

Hingga artikel ini diturunkan, wall facebook ku masih dipenuhi oleh share berita tentang Puspa Pathuk ini, yang membuat sedih lagi adalah teman-teman atau netizen lain ikut mencela atau sekedar mendo'akan do'a-do'a jelek kepada beberapa orang yang mengupload foto mereka (yang jelas-jelas menginjak dan tidak merasa bersalah sama sekali).

Oke mereka salah, anggaplah tidak berasa bermasalah, baiknya kita yang merasa normal tegurlah dengan cara baik-baik, atau sekedar mendo'akan agar mereka menyesali perbuatan nya dan meminta maaf. Tidak ikut memaki apalagi mendo'akan mati terinjak-injak (ini beneran saya nemuin komentar dari temen di facebook), Na'udzubillah... Posisikan diri, jika banyak orang yang mendo'akan yang jelek-jelek buat kita? Terus kalo ternyata do'a orang itu di ijabah Allah SWT, gimana? Mau mati ke injak-injak? Kalo aku sih nggak ya.

Kecenderungan masyarakat kita (Indonesia) ini cepet terpengaruh, gampang di propaganda, mudah percaya. Tapi sulit untuk cari tahu, malas untuk kroscek benar tidak nya berita, dan malas bertanya. Come on guys, be smart person (aku pun sedang belajar, dan akan terus belajar, insyaAllah), kalo kamu gimana?

Bonus gambar!
NOTE gambar karya sendiri, foto dari hape sendiri, kalo mau dipake izin dulu ya :D

Tanda arah masuk ke lokasi

(atas) Pengunjung yang datang, (tengah) Pemilik sedang di wawancara, (bawah) Bapak yang mengarahkan pengunjung agar tidak merusak bahkan meminta maaf karena kebun tidak sebagus di foto

Masuk Lokasi tidak dipungut biaya, hanya ada sumbangan biaya perawatan seikhlasnya

Foto Dengan Amaryllis yang Ada di Dalam Pot

Membuat Batasan Sendiri Agar Tidak Foto di Tengah Kebun

Bibit Siap Jual Pemilik Kebun Amaryllis

Penjual Amaryllis Pinggir Jalan


Read more

Monday, 23 November 2015

Proses Itu...
November 23, 2015 2 Comments

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Proses adalah runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu. Kalau menurut ku proses itu memiliki arti sama dengan waktu.

Menjadi berilmu itu perlu waktu. Waktu untuk belajar, mengerti hingga memahami ilmu itu sendiri. Menjadi dewasa itu perlu waktu. Waktu untuk menyadari sudah bukan waktunya lagi untuk bertindak seperti kanak-kanak. Menjadi terkenal itu perlu waktu. Waktu untuk berjuang dari casting yang satu ke casting yang lainnya. Menjadi sukses itu perlu waktu. Waktu untuk menikmati setiap peristiwa yang dilalui tahap demi tahap.

Dewasa ini, tidak banyak orang yang menikmati proses. Kebanyakan orang menginginkan hasil yang instan, hasil yang cepat, hasil yang seketika saat itu bisa dilihat tanpa merasakan pahit manis nya proses yang seharusnya mereka lewati. Sejatinya proses akan membangun sikap bermental baja bagi seseorang. Tapi kebanyakan orang itu pula mengabaikan bahwa ada proses yang harus mereka lewati untuk menjadi sukses.

Sukses menjadi juara, sukses menjadi sarjana, sukses menjadi pengusaha, ataupun sukses menjadi . . . (silahkan isi sendiri ya temans :D).

Akhir-akhir ini aku sedang menggeluti dunia bisnis perjamuran (bahasa nya di lebay kan dikit), tepatnya sih budidaya jamur tiram. Dari cerita teman yang lebih dulu terjun langsung hasilnya menjanjikan, dalam tiga bulan sudah balik modal. Tapi apa yang aku jalani tidak semanis cerita teman ku.

Singkat cerita minggu pertama panen hasil tertinggi yang kami (aku dan suami) dapatkan sebanyak 51 kg. Kemudian menurun menjadi 21  kg., 12 kg., 10 kg., 8 kg., 6 kg., 5 kilogram. Bahkan berat terkecil pernah mencapai 2 kg., saja. Kondisi seperti ini membuat ku dan suami jujur saja drop. Masa hidup jamur kalau kata ahlinya 3-4 bulan, tetapi aku coba hitung hasil terburuknya. Pernah beberapa kali hitung-menghitung dengan hasil rata-rata 5 kg., perharinya selama 3 bulan ternyata belum bisa tutup modal. Speechless.

Hingga suatu malam ngobrol sama Mas (panggilan suami kalo dari aku), "Mas, gimana, mau dilanjutkan jamurnya?" tanyaku. Suami ku menjawab, "Ya lihat nanti, gimana hasilnya".  Kemudian hening.

Belum genap memang usaha ini kami jalani. Masih banyak kekurangan sana sini terutama dalam manajemen bisnis. Apalagi kami anak bau kencur dalam urusan perjamuran. Haha...

Kemudian aku melamun merenung lagi, karena curhat sama suami sudah, kuputuskan untuk curhat ke pemilik hati ini, siapa lagi kalo bukan Allah SWT . Dan akhirnya aku mengalah, ternyata aku termasuk dalam orang-orang yang tidak menyukai proses itu sendiri. Ternyata aku ingin sukses secara instan. Kemudian perbanyak istigfar.

"Astagfirullah hal adzim, Astagfirullah hal adzim, Astagfirullah hal adzim". 





Read more

Friday, 10 April 2015

Romantisme Dinner di Denaro Pizza & Resto
April 10, 20150 Comments

Salam...

Sudah lama aku nggak kencan berdua aja sama mantan terindah ku (baca : suamiku). Akhirnya semalam kesampaian juga, bahagianya, walaupun cuma makan aja. Sejak menikah kami memang jarang keluar untuk dinner, selain tujuan utama kami adalah menghemat pengeluaran dan juga karena nggak enak sama mertua. Rewang (artinya : yang bantu-bantu) di rumah sudah masak, kalo nggak makan malam di rumah kasian kalo makanan nya sampe besok pagi. Kadang ada yang besok pagi uda nggak enak buat dimakan, kan mubadzir banget.
Read more

Thursday, 9 April 2015

Alternatif Ayah Bunda untuk Aqiqoh Si Buah Hati
April 09, 20150 Comments

Salam...

Hallooooo Ayah dan Bunda yang Alhamdulillah sudah diberikan kepercayaan untuk mendidik seorang malaikat kecil titipan Allah SWT. Semoga aku dan Suami bisa segera menyusul Ayah dan Bunda yaa. Aamiin  :-)

Sedikit info buat para readers nih ya, setelah menikah aku jadi emak emak beneran. Karena tinggal dengan mertua, jadi kalo ibu mertua pergi pengajian aku ikut. Seminggu minimal ada tiga pengajian. Malam Jumuah, Malam Sabtu dan Ahad Pagi, dan aku selalu ikut kecuali kalo lagi ada tamu bulanan. Cerita nya jadi menantu yang baik gtu deh, #tsahhhhh. Hihihi...
Read more

@vikavilanti